Home | Loker | Komputer | Griya | Iklan | Publish | Universitas | Techno | Belanja

Disclaimer
Info Griya @ Jogjainfo[dot]net adalah media komunikasi dan Informasi terbaru mengenai rumah dan perumahan di Jogjakarta. Mudah-mudahan membantu memenuhi kebutuhan akan informasi rumah perumahan maupun jual-beli properti yang ada di kota JogJakarta dan sekitarnya . Silahkan kontak langsung dengan kontak info yang tercantum dalam setiap posting.

Kampung Ambarukmo 2

Mulai dipasarkan Tahap II
Anda dapat memiliki rumah idaman
Kurang lebih 200M selatan Plaza Ambarukmo

Promo Rp. 199 Juta lagi

Marketing
081-7444 000 (Sari) 081-7444-111 (Eva)
Hotline :
0274-7444.222 ; 08122.7444.222 ; 0817 444 222

Griya Rewulu Asri

Launching Perumahan
Griya Rewulu Asri
Tipe 38 | Tipe 40
Call (0274) 866866

Contact Person
Arini 081 328 832 816
Satyo 081 727 1183
Piko 0852 2805 8021

Kantor Pemasaran
Jl. Palagan Tentara 92A Fax 0274 – 864147

Ndalem TamanTirto

Mulai T.36 s.d T.60
10 Menit dari Malioboro
Dekat Kampus Terpadu UMY
Akses Jalan langsung Ring Road
Legalitas terjamin

KPR Bebas 6X Angsuran
*) Syarat & Ketentuan Berlaku

Kantor Pemasaran
Jl. Garuda No. 05 Gatak Tamantirto Jogja
Fax. 0274-4342810
0274-7172858 (Trisna)
0274-6587263 (Nono)

Tips Memilih Rumah

info-rumahRumah merupakan suatu tempat dimana digunakan untuk berteduh, Rumah yang besar belum tentu nyaman, sebaliknya rumah kecil belum tentu tidak nyaman. Bayangkan jika kita memiliki rumah yang besar akan tetapi kondisi rumah yang tidak sehat, atap bocor, kotor dan lain – lain, berarti dalam keaadaan demikian merupakan kondisi rumah yang tidak sehat. Sebaliknya sebagai contoh adalah jika kita memiliki rumah yang kecil bahkan sangat kecil akan tetapi bersih, tertata rapi, ventilasi udara yang bagus, dan lingkungan yang ramah maka dalam hal ini merupakan kondisi rumah yang sehat. Tetapi dalam angan – angan kita selalu berharap memiliki rumah yang besar, nyaman dan sehat.
Kita perlu berhati – hati dalam memilih rumah, kita semua pasti menginginkan rumah yang sempurna, dengan dana yang minim kita selalu berusaha mencari rumah yang sempurna. Maka untuk itu perlu adanya suatu patokan – patokan tertentu ketika kita ingin membeli rumah, Banyak juga diantara kita selalu berpikir asal dapat rumah, ada tipe – tipe yang tidak terlalu pemilih akan tetapi disarankan dalam pemilihan rumah juga memperhitungkan masa depan. Bagaimana jika kita membeli rumah di lingkungan yang tidak mendukung perkembangan kepribadian anak – anak kita? Tentu saja lingkungan akan selalu mempengaruhi kita dan keluarga kita. Dan apa jadinya karena lokasi yang tidak bagus suatu saat rumah juga sukar laku dijual? Akhirnya terjual tidak sesuai harapan kita. Akhirnya kembali ke kita lagi, bagaimana dulu kita memilihnya? Untuk menghindari hal – hal demikian maka disarankan untuk mempertimbangkan hal – hal atau beberapa saran ketika kita ingin membeli rumah. Diantaranya:
1. Membeli Rumah Untuk Tempat Tinggal Menetap Yang Aman, dalam keaadaan ketika kita ingin memiliki rumah untuk tinggal menetap maka hal – hal yang perlu diperhatikan antara lain,

• Keadaan lingkungan, apakah keaadaan lingkungan masyarakatnya ramah, tenang, aman, udara yang segar, bebas polusi dan bebas banjir.
• Keadaan Bangunan, apakah keaadaan rumah layak untuk dihuni, jika tidak layak apakah menguntungkan jika diperbaiki.
• Fasilitas, apakah fasilitas yang tersedia sudah layak, seperti air, listrik, telepon rumah.

2. Membeli Rumah Untuk Tempat Tinggal Dan Usaha, dalam kategori ini kita ingin membeli rumah juga untuk ditempati dan juga sebagai tempat membuka usaha seperti toko atau counter. Maka kita juga perlu memperhatikan hal – hal ini:

• Lokasi Rumah, apakah lokasi rumah tsb terletak di lokasi yang strategis untuk usaha, jika tidak strategis berarti tidak cocok untuk dalam kategori ini. Strategis sendiri bisa di contohkan seperti lokasi di pinggir jalan besar, di pinggir jalan perkampungan dan contoh lainnya.
• Keadaan Bangunan, apakah keaadaan rumah layak untuk dihuni untuk dibuat tempat usaha, dan pemandangannya apakah sudah menarik.
• Fasilitas, apakah fasilitas yang tersedia sudah layak, seperti air, listrik, telepon rumah.

3. Membeli Rumah Untuk Investasi, Dalam kategori ini kita juga harus mempertimbangkan kategori 1 dan 2 diatas. Kita tidak boleh asal – asalan memilih, karena rumah yang akan kita beli untuk investasi siapa tau suatu saat juga akan kita tempati bahkan untuk kita gunakan membuat usaha atau bahkan Kita jual lagi ke orang lain. Jadi dalam pemilihan kategori rumah ini harus kembali mempertimbangkan untuk tips nomor 1 dan nomor 2.

Demikian saran dari Kami, semoga bisa membantu untuk dijadikan referensi bagi pembaca semua.

Sumber : Sidiq Cahyo Wibowo

Rumah Bambu, Nyaman dan Tetap Artistik

bambuDi siang hari, pori-pori alami bambu mampu melepaskan udara dingin yang disimpannya pada malam hari. Hasilnya, siang hari di dalam rumah tetap terasa sejuk.

Sebaliknya di malam hari, pori-pori mampu melepaskan panas yang ditabungnya pada siang hari. Alhasil, Anda akan menghabiskan malam di dalam rumah terasa lebih hangat.

Selain bernilai artistik, alasan penggunaan rumah bambu sebagai material bangunan memang atas dua hal tersebut. Bambu mampu meredam panasnya matahari siang, sebaliknya menghangatkan rumah di dinginnya malam.

Tidak heran, dengan cungkupan udara dingin yang menyelimuti kawasan Puncak – Cianjur, Jawa Barat, banyak bangunan vila memakai bambu sebagai material bangunan bahkan interiornya. Meski tidak seratus persen mendominasi semua sudut bangunan, beberapa restoran tradisional sunda pun banyak menggunakan konsep bambu sebagai daya tariknya.

Bagi Anda yang tertarik dengan konsep rumah bambu ini tentu tidak sulit memilih. Model rumah bambu terbilang variasi, mulai rumah bambu berarsitektur tradisional, modern standar, serta semi permanen. Berdasarkan variasi tersebut, penggunaan bambu bisa begitu dominan, separuh, atau sekadar pemanis di beberapa sudut bagian tertentu.

Tradisional
Penggunaan bambu pada konsep rumah tradisional bisa merambah di semua lini, mulai struktur, dinding, plafon, lantai, hingga perabot. Ciri khas konsep tradisional ini menggunakan atap bambu dan berbentuk rumah panggung.

Untuk dinding, konsep bangunan ini menggunakan anyaman bambu yang dibuat hingga beberapa lapis. Hal itu akan membuat dinding cukup rapat untuk ditembus debu dan udara.

Pada setiap sambungan pondasi, para perajin bambu biasanya menggunakan ijuk sebagai pengikat paling tepat. Namun untuk sambungan pada bilah-bilah bambu yang tidak berfungsi sebagai struktur, jodoh bambu bukanlah ijuk, melainkan rotan karena tampilannya yang lebih artistik.

Isi bangunan juga kerap didominasi oleh bambu. Kursi atau sofa di ruang keluarga misalnya, bisa diambil dari susunan bambu dengan berdiameter agak besar.

Partisi atau pemisah satu ruang dengan ruang lainnya juga bisa memakai bambu hitam. Dengan warna yang gelap, partisi ini tampak kontras setelah diikat dengan rotan warna yang lebih terang, seperti krem atau kuning keemasan. Biaya untuk model berasitektur tradisional berciri khas rumah panggung bisa mencapai Rp900 ribu per meter persegi

Modern Standar
Sementara itu, ciri rumah bambu standar menggunakan atap genteng dan berlantai keramik. Pondasi bambu tidak di bawah dan ditutupi keramik, melainkan berdiri di atas keramik dengan pondasi kaki dibungkus semen.

Desain standar ini banyak diadopsi oleh kafe atau restoran di Jakarta atau Bandung. Seolah membuat rumah dalam rumah, kadang konsep ini diolah berbentuk seperti gazebo untuk jadikan ruang tersendiri di dalam restoran. Dana dibutuhkan untuk membangun model standar ini bisa mencapai 1, 5 juta rupiah per meter persegi

Semi Permanen
Lain halnya dengan rumah bambu semi permanen. Tembok bagian bawahnya bisa memakai batu bata, batako, atau batu kali dengan tinggi mencapai satu meter. Banyak restoran sunda di Jakarta dan beberapa kota di Jawa Barat juga memakai konsep ini sebagai daya tarik bangunannya. Anggaran dibutuhkan untuk membangun rumah bambu ini bisa mencapai 2 juta rupiah per meter persegi.

Sumber : Kompas

Peran Bank Masih Dominan

btnSEBANYAK70% konsumen masih mengandalkan pembiayaan perumahan melalui kredit pemilikan rumah (KPR) untuk membeli rumah.Hanya sebagian kecil konsumen yang membeli rumah dengan tunai.

Ini menunjukkan peran perbankan dalam pembiayaan rumah masih tinggi.Berdasarkan survei Bank Indonesia (BI) yang dirilis pada 13 Februari lalu menyebutkan,KPR tetap menjadi fasilitas yang digunakan sebagian besar konsumen mencapai 70,6% dengan tingkat suku bunga 14%. Diikuti pembayaran melalui cash bertahap sebanyak 20,6% dan cash keras sebanyak 8,3%.

Sementara untuk pembiayaan properti residensial pada triwulan IV-2008 sebagian besar masih bersumber dari dana internal perusahaan (52,8%), dana perbankan (29,6%) dan nasabah (13,7%). General Manager Divisi Kredit Konsumen BNI Diah Sulianto mengatakan, nasabah yang meminjam kredit di banknya cenderung tidak memiliki masalah dalam pembayaran KPR. Sebab, BNI Griya memiliki moto pinjam sukasuka dan bayar suka-suka.

Dengan demikian, memberikan keleluasaan bagi nasabahnya untuk menentukan sendiri besarnya cicilan yang siap mereka tanggung. Dia mencontohkan, BNI bisa mengurangi pembayaran cicilan masyarakat dari Rp750.000 per bulan menjadi Rp500.000 per bulan. Pengurangan pembayaran cicilan itu tidak akan dikenakan biaya apa pun. Kalaupun ada yang berubah, hanya jangka waktu pembayaran atau berdasarkan kesepakatan bersama antara BNI dan debitor.

Program tersebut bertujuan menciptakan daya beli dengan cara memberikan kebebasan pada nasabah untuk menentukan sendiri angsurannya. Namun begitu, dia mengakui kalau ada beberapa debitornya yang sengaja memindahtangankan kepemilikan rumah yang sedang dicicilnya ke pihak lain.Biasanya, hal itu hanya terjadi pada masyarakat yang telah memiliki rumah lebih dari satu. ”Tentunya, kami akan mengenakan ketentuan sama bagi yang membeli rumah seperti itu.

Begitu pula pada platform kreditnya,” tuturnya.Persyaratan lain yang harus dipenuhi dalam membeli rumah take over adalah rumah tersebut harus memiliki surat-surat seperti sertifikat, IMB, atau PBB. Setelah memangkas bunga KPR sebesar 50 basis poin pada Januari 2009 ke kisaran 14%-15%,beberapa hari lalu BNI kembali menurunkan bunga KPR menjadi 13,25%.”Prinsipnya,kami akan terus menurunkan suku bunga KPR secara bertahap,” sebut Diah.

BNI menargetkan pertumbuhan KPR tahun ini dapat mencapai 17%, atau naik Rp1,2 triliun menjadi sekitar Rp9 triliun dibandingkan tahun lalu. Total kredit (outstanding) KPR BNI pada 2008 mencapai 55%-60% atau sekitar Rp7 triliun- Rp8 triliun dari total kredit konsumer sebanyak Rp15 triliun-Rp16 triliun. Senior Vice President Consumer Loans Bank Mandiri Sarastri Baskoro mengatakan, Bank Mandiri menyediakan berbagai varian produk untuk memenuhi segala macam kebutuhan nasabah.

Di antaranya KPR Take Over.Mandiri KPR merupakan kredit pemilikan rumah dari Bank Mandiri yang diberikan kepada perorangan untuk keperluan pembelian rumah tinggal/apartemen/ruko/rukan yang dijual melalui developer atau nondeveloper. Dia menjelaskan KPR Take Over adalah pemindahan fasilitas KPR nasabah dari bank lain ke Bank Mandiri.

Dengan fasilitas KPR Take Over ini, Bank Mandiri akan memberikan fasilitas KPR sebesar baki debet KPR nasabah tersebut di bank asalnya atau bisa juga lebih, sesuai dengan perhitungan Bank Mandiri. Seperti telah diketahui, pembiayaan KPR Mandiri bisa untuk pembiayaan rumah dari developer ataupun rumah dari nondeveloper. Begitu pun halnya dengan KPR Take Over, bisa untuk pengambilalihan KPR bank asal yang dahulu digunakan untuk pembelian rumah dari developer ataupun dari nondeveloper.

Mengenai berapa nilai harga rumah yang bisa dioverkreditkan melalui bank Mandiri, dia menjelaskan, sebenarnya tidak ada batasan mengenai nilai rumah.Yang menjadi batasan Bank Mandiri dalam hal pemberian fasilitas KPR Take Over adalah besarnya penghasilan debitur, jangka waktu kredit, tingkat suku yang nantinya akan disesuaikan dengan nilai rumah. Terhitung mulai 20 Februari lalu suku bunga existing untuk nasabah KPR Mandiri disesuaikan menjadi 14,75%.

Adapun produk Bank Mandiri yang diperuntukkan untuk memiliki sebuah rumah sesuai penghasilan tiap bulannya bernama KPR Mandiri Angsuran Berjenjang. Produk ini merupakan fasilitas kredit dari Bank Mandiri kepada perorangan untuk tujuan pembiayaan pembelian rumah/ruko/rukan/ apartemen dengan sistem pembayaran angsuran yang lebih fleksibel yaitu dengan tersedianya fasilitas Rekening Revolving selama jangka waktu tertentu atas sebagian tertentu dari Limit Kredit yang disetujui.

Kepala Divisi Hukum dan Hubungan Perusahaan BTN Rinna Mona Lindyana mengatakan,pada April 2009 BTN memangkas bunga KPR sebesar 50 basis poin sehingga rata-rata suku bunga KPR BTN menjadi 14% per tahun. Pada penurunan pertama Januari 2009, BTN juga memangkas bunga KPR sebesar 50 basis poin. Rinna mengatakan, meskipun BI Rate telah turun secara signifikan, masih sulit bagi perbankan untuk menurunkan bunga kredit.

Hal itu terjadi karena biaya dana yang tercermin dari bunga deposito masih cukup tinggi untuk menurunkan bunga kredit, perbankan harus terlebih dahulu menurunkan bunga deposito. ”Kami mencoba menurunkan biaya dana dengan tidak menerima deposan yang meminta bunga tinggi,di atas 12% per tahun,”sebut Rinna. Penurunan bunga KPR selain mengikuti BI yang berkali-kali menurunkan bunga, juga mencegah kredit macet akibat gagal bayar.

Sementara persyaratan diperketat sebagai antisipasi membengkaknya kredit macet di tengah krisis yang menyebabkan banyak pemutusan hubungan kerja. Dia menduga seiring terjadinya krisis, penjualan rumah cenderung menurun. Masyarakat cenderung mengerem belanja,termasuk belanja properti.Krisis juga cenderung menyebabkan kredit bermasalah sektor properti cenderung meningkat.

Hingga akhir Februari 2009 KPR secara industri masih tumbuh meskipun lebih lambat dibandingkan sebelumnya. ”Di BTN telah tumbuh sekitar 10%,”tuturnya Saat ini BTN tengah mengembangkan skema untuk penyaluran KPR di tengah krisis.

Bank perumahan pelat merah ini mengincar kredit kolektif yang ditawarkan ke perusahaan atau badan usaha. Nantinya penjualan kredit ke korporasi itu mengimbangi penyaluran KPR ritel atau perorangan. (hermansah)

Sumber : Seputar Indonesia

Ruang Sehat dengan Banyak Bukaan

SAAT di rumah terasa sesak, seperti terkena asma? Atau panas. Padahal cuaca di luar tidak panas. Mungkin sirkulasi udara di rumah Anda tidak baik. Coba ingat-ingat sangat membangun, apa Anda memperhatikan pola sirkulasi udara?

Jika tidak, saatnya Anda merenovasi. Bentuk ulang rumah Anda menjadi sehat dengan aliran udara dan cahaya yang seimbang. Dengan hunian sehat diharapkan kualitas hidup meningkat.

Lalu bagaimana membentuk rumah sehat? Yang efisien adalah dengan memperbanyak bukaan? Bukaan macam jendela, ventilasi, ataupun pintu. Seperti kata Ir. Sukendro S.P, rumah sehat adalah efisien, memiliki aliran udara dan cahaya cukup.

Bukaan yang ideal akan membawa udara segar yang ada di lingkungan sekitar masuk ke dalam. Udara panas di dalam pun tergantikan hingga membentuk sirkulasi. Bukaan membuat ruang “bernafas”. Yang patut diperhatikan adalah proses aliran udara. Bagaimana tekanan udara membuat udara mengalir ke atas. Untuk itu buatlah bukaan silang, baik saling berhadapan atau beda ketinggian.

Untuk bukaan pada bagian bawah dinding, biasa difungsikan untuk mengalirkan udara segar dari luar. Sedangkan ventilasi di atas untuk membuang keluar udara panas. Dengan begitu sirkulasi udara tidak terhambat.

Seberapa besar dan banyak bukaan? Itu semua tergantung peruntukkan ruang. Untuk kamar tidur, atau ruang privat lain, minimal bukaan adalah 1/3 dari luas ruang. Luas bukaan tersebut diluar pintu. Jika peruntukkannya untuk ruang publik maka luasannya lebih besar, minimal 2/3 luas ruang. Semakin banyak bukaan berarti banyak terjadi pertukaran udara, dan kualitas ruangppun lebih terjaga.

Penulis: Whery
Sumber : Kompas


Pasang Iklan Lowongan Kerja Premium & Free

Iklan Mobil | Iklan Property | Ayo Nikah | Wirausaha Online

Switch to our mobile site