Home | Loker | Komputer | Griya | Iklan | Publish | Universitas | Techno | Belanja

Disclaimer
Info Griya @ Jogjainfo[dot]net adalah media komunikasi dan Informasi terbaru mengenai rumah dan perumahan di Jogjakarta. Mudah-mudahan membantu memenuhi kebutuhan akan informasi rumah perumahan maupun jual-beli properti yang ada di kota JogJakarta dan sekitarnya . Silahkan kontak langsung dengan kontak info yang tercantum dalam setiap posting.

Penjualan Rumah Turun 30 Persen

Penjualan rumah menengah nonsubsidi mengalami penurunan sekitar 30 persen pada Februari dan Maret 2009. Hal itu antara lain dipicu oleh masih tingginya suku bunga kredit perumahan. Demikian dikemukakan Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Teguh Satria, di Jakarta, Minggu (5/4).

Teguh mengatakan, penurunan suku bunga acuan atau BI Rate sebanyak 200 basis poin sejak Desember 2008, yakni menjadi 7,5 persen, hingga kini belum efektif diikuti dengan penurunan suku bunga kredit perumahan rakyat (KPR). Sejak Desember, bank komersial baru menurunkan suku bunga KPR sebanyak 50 basis poin, yakni berkisar 14-18 persen.

Lambatnya penurunan itu memicu konsumen rumah menengah dengan kisaran harga rumah Rp 150 juta-Rp 1 miliar menunda pembelian sampai bunga KPR diturunkan, sehingga terjadi penurunan penjualan rumah sampai 30 persen. Ketergantungan terhadap KPR non subsidi di sektor menengah rata-rata mencapai 70 persen.

“Tertundanya pembelian rumah berdampak cukup berat bagi pengembang, karena harus menanggung biaya tinggi. Padahal, likuiditas sangat terbatas,” katanya. Teguh mengatakan, otoritas moneter dan departemen keuangan seharusnya mengambil kebijakan yang mendorong perbankan untuk menurunkan suku bunga KPR. Hal itu diperlukan agar sektor properti kembali menggeliat, dan membangkitkan sektor riil. Wakil Ketua DPP REI, Djoko Slamet, menambahkan, lambatnya penjualan rumah tidak hanya dipicu oleh suku bunga yang tinggi, melainkan ketatnya penyaluran kredit oleh perbankan.

Sebagian bank kini menurunkan plafon kredit, sehingga biaya uang muka rumah naik dari sekitar 10 persen menjadi 35 persen dari harga rumah. Pengembang, lanjut Djoko, berharap suku bunga kredit perumahan dapat turun hingga 12 persen, menyesuaikan dengan BI rate.

Sumber : Kompas

Membuat Rumah Aman

Cerita-cerita tentang kecelakaan di rumah sering kita dengar. Mulai dari terjatuh dari tangga, terpeleset di kamar mandi, atau bahkan tercemplung ke kolam renang. Semua itu disebabkan satu hal, perancangan rumah yang tidak memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan.

Menurut Ir. Fathul Bahri (arsitek dari Biro Konsultan Ardiyatama), di dalam rumah ada beberapa area yang rawan kecelakaan, antara lain tangga, kamar mandi, dan ambang jendela. Ketiga titik rawan ini perlu dirancang dengan cermat. Jika Anda mempunyai bayi atau anak kecil, titik rawannya akan bertambah banyak. Tambahan itu antara lain stop kontak, area memasak, kolam renang dan bathtub. Beberapa cara untuk membuat titik rawan itu menjadi aman, bisa Anda lihat pada pembahasan di bawah ini.

Tangga
- Dimensi Tangga
Ada rumus yang sering digunakan para arsitek untuk menghitung dimensi (tinggi dan lebar) anak tangga, yaitu 2R + 1G = 60—64 cm. R adalah tinggi anak tangga dan G adalah lebar anak tangga.

Bila tinggi anak tangga Anda (R) = 18 cm dan lebar (G) = 27 cm maka dengan rumus tadi akan didapat jumlah 63 cm, yang masih berada dalam katagori nyaman. Atau bisa juga dikatakan, tinggi anak tangga ideal antara 15—18 cm dengan lebar 25—30 cm

Anak tangga yang terlalu tinggi bisa mengakibatkan tangga menjadi curam dan berbahaya untuk dilangkahi. Tinggi yang tidak sama antara satu anak tangga dengan anak tangga lainnya juga tidak aman, karena ketika seseorang menaiki atau menuruni tangga, ia punya irama tertentu. Jika tinggi anak tangga berubah, iramanya juga bisa berubah tiba-tiba dan ia bisa terjatuh.

- Dimensi Railing
Railing tangga diperlukan jika jumlah anak tangga lebih dari 5. Tinggi yang ideal untuk railing adalah 80—90 cm. Tinggi ini disesuaikan dengan tinggi tangan, sehingga tangan dapat berpegangan dengan nyaman. Ketinggian ini juga mencegah anak-anak menaiki railing tangga.

Kalau railing terbuat dari bilah-bilah besi atau kayu vertikal, perhatikan juga jarak antarbatangan. Usahakan jaraknya berkisar 15—20 cm sehingga kepala anak tidak bisa melewatinya. Agar tak melukai tangan, bagian atas railing yang berfungsi sebagai pegangan sebaiknya dibuat tumpul.

- Material
Anak tangga sebaiknya dibuat dari bahan yang tidak licin, terutama tangga yang berada di luar dan terkena percikan hujan.

Ambang Jendela
Sekarang ini jendela lebar—yang terletak hanya beberapa sentimeter dari lantai—sedang digandrungi. Dari segi kesehatan, jendela jenis ini sangat baik karena bisa memasukkan udara dalam jumlah banyak. Namun, jika tidak diperhatikan keamanannya, jendela ini bisa mengundang bahaya karena tak ada tembok yang mencegah orang keluar melalui jendela.

Untuk menggantikan fungsi tembok bisa digunakan teralis. Tapi banyak orang yang tak suka teralis karena dianggap mengganggu penampilan rumah. Nah, sebagai pengganti teralis, Anda bisa menggunakan railing (seperti railing tangga) yang tingginya hanya sekitar 80—90 cm.

Split Level
Banyak orang yang rumahnya dibuat split level. Artinya, ruangan satu dengan ruangan lain dibuat dengan ketinggian berbeda. Pada beberapa rumah, perbedaan itu tidak terlalu besar, hanya sekitar 10—50 cm.

Perbedaan yang tak terlalu besar ini bisa membuat orang tak sadar, dan sering tersandung. Untuk mencegahnya, Anda bisa memberi pembeda pada ujung lantai. Misalnya dengan menggunakan warna keramik yang berbeda atau bisa juga dengan menggunakan border.

Kamar Mandi
Orang sering jatuh di kamar mandi karena lantai kamar mandi selalu bersentuhan dengan air dan mudah menjadi licin. Selain harus rajin membersihkannya, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.

- Pilihlah jenis lantai yang tidak licin. Selain itu, jangan pilih lantai yang berwarna hitam pekat. Pilihlah yang lebih terang agar jika kotor bisa segera terlihat, dan kita diingatkan untuk segera membersihkannya.

- Agar air tidak tergenang, lantai kamar mandi mesti dibuat miring sekitar 20—30 ke arah lubang pembuangan.

- Jika kamar mandi Anda besar, tak usah ragu untuk membuat beberapa lubang pembuangan. Lubang pembuangan sebaiknya diletakkan tidak terlalu jauh dari titik-titik air sehingga air tidak menggenang. Tempat yang pas untuk meletakkan saluran pembuangan antara lain di dekat bak mandi, shower, toilet, dan di dekat westafel.

(rma)

Sumber: Tabloid Rumah

Bereskan Dulu Keuangan Anda Sebelum Ambil KPR

Banyak hal yang sifatnya non-administrasi yang perlu diperhatikan sebelum mengambil KPR. Dengan demikian Anda akan merasa nyaman ketika membayar cicilan KPR setiap bulannya. Apa yang dibutuhkan orang ketika membeli rumah? Sudah tentu mereka membutuhkan dana yang tidak sedikit. Kebutuhan ini bisa diatasi dengan adanya bantuan dari bank berupa KPR. Untuk mendapatkan kucuran dana KPR, sudah pasti Anda sebagai calon debitur harus menyiapkan segala persyaratan, baik persyaratan administrasi maupun persyaratan non-administrasi.

Seperti yang telah diketahui, setiap calon debitur harus menyerahkan beberapa persyaratan administrasi yang diminta oleh bank. Bila Anda bekerja sebagai karyawan swasta di sebuah perusahaan maka Anda diwajibkan untuk menyerahkan slip gaji atau surat keterangan bahwa Anda telah bekerja di perusahaan tersebut. Selain itu, Anda juga harus menyerahkan fotokopi buku rekening Anda di bank.

Disamping persyaratan administrasi di atas, persyaratan non-administrasi setidaknya harus Anda perhatikan. Hal ini, menurut Mike Rini (konsultan keuangan dari Safir Senduk dan Rekan), setidaknya akan membuat Anda merasa nyaman ketika membayar cicilan KPR setiap bulannya.

Mike menambahkan, ada beberapa persyaratan non-administrasi yang perlu diperhatikan ketika akan mengambil KPR. Sekilas, ketiganya mungkin dapat dianggap sepele. Namun bila tidak diperhatikan, dampaknya akan muncul suatu saat—entah permohonan KPR-nya ditolak atau Anda tidak sanggup membayar cicilan KPR setiap bulan. Ketiga hal yang patut Anda perhatikan adalah sebagai berikut.

1. Lunasi hutang yang lain
Bila Anda memiliki hutang lain, sebaiknya lunasi dulu sebelum mengambil pinjaman dalam bentuk KPR. Sebab KPR juga adalah hutang. Jadi bila Anda mempunyai hutang lain maka pos anggaran untuk hutang Anda akan bertambah banyak.

Hutang yang dimaksud di sini bisa berupa hutang kartu kredit. Anda jangan salah persepsi dulu dengan hutang kartu kredit. Walaupun Anda bisa membayar hutang kartu kredit dengan pembayaran minimum, tetapi sisa hutang itu akan bertambah banyak. Mengapa hal ini terjadi? Sebab sisa hutang yang dibayarkan minimum akan terkena bunga. Bunga itu semakin lama akan semakin banyak. Alhasil hutang Anda akan menumpuk.

Untuk mencegah agar jumlah hutang Anda tidak bertambah, hendaknya Anda terlebih dahulu melunasi atau mengurangi tagihan kartu kredit. Selain itu, usahakan untuk membayar cicilan hutang kartu kredit secara tepat waktu.

Bila Anda bisa membayar hutang tepat waktu, setidaknya aliran keuangan Anda dapat terkontrol. Dari sini Anda juga dapat belajar atau membiasakan diri untuk membayar cicilan hutang tepat waktu. Hal ini juga akan berdampak bila Anda nantinya akan membayar cicilan KPR. Bila saat ini Anda sudah tepat waktu membayar hutang yang lain maka setidaknya Anda juga tepat waktu untuk membayar cicilan KPR.

Menurut Rini—yang pernah bekerja sebagai analis kredit di sebuah bank swasta—pihak bank yang akan memberi KPR akan menganalisa kondisi keuangan Anda yang sebenarnya. Mereka bisa mengecek bank lain untuk mengetahui apakah Anda mempunyai hutang di tempat tersebut. Dengan demikian bila Anda mempunyai hutang dan pembayaran cicilannya terlambat setiap bulannya, maka pihak bank akan mengetahuinya.

Bila hal ini terjadi, pihak bank akan menganalisa bahwa Anda sebetulnya tidak layak menerima kredit atau permohonan KPR Anda ditolak. Pihak bank takut bilamana hal yang sama terulang lagi, yaitu Anda melakukan wanprestasi atas kewajiban pembayaran hutang.

Untuk hutang yang nilainya kecil, Rini menyarankan untuk segera melunasinya. Semisal Anda mempunyai hutang kepada teman Anda. Walaupun nilanya kecil, hendaknya Anda membayar lunas hutang itu sebelum mengambil KPR sehingga Anda tidak perlu lagi memikirkan pelunasan hutang tersebut.

2. Usahakan memasukan sumber pendapatan Anda ke dalam rekening
Syarat utama sebuah aplikasi permohonan KPR dapat lolos verifikasi dari bank adalah Anda sebagai calon debitur harus mempunyai sumber pendapatan yang tetap. Bila Anda saat ini bekerja sebagai pegawai swasta, biasanya gaji bulanan akan ditransfer ke rekening Anda. Rekening inilah—selain dari slip gaji—yang akan dilihat bank untuk membuktikan pendapatan tetap Anda setiap bulan.

Namun untuk Anda yang bekerja sebagai wiraswasta atau bekerja sebagai pegawai swasta dengan gaji bulanan tidak ditransfer ke rekening, hendaknya Anda memulai untuk memasukan sumber pendapat Anda tersebut ke dalam rekening bank terlebih dahulu. Langkah ini dilakukan sebelum Anda menggunakan pendapatan tersebut untuk keperluan sehari-hari.

Terekamnya sumber pendapatan Anda ke dalam rekening bank Anda membuat catatan keuangan Anda rapi sehingga dapat menyakinkan pihak bank sebagai penyalur KPR untuk meloloskan permohonan Anda.

3. Kontrol pos utang Anda yang lain
Segala pos pengeluaran dalam keuangan Anda harus terkontrol. Demikian juga dengan pos pengeluaran untuk utang. Anda perlu mengontrol pos ini supaya dapat mengatur pengeluaran secara proposional.

Sebaiknya porsi cicilan utang Anda adalah 33 persen atau 1/3 dari gaji (beberapa bank menentukan 1/3 dari take home pay) Anda setiap bulannya. Jika saat ini Anda mempunyai cicilan utang lain yang besarnya hampir mendekati 1/3 pendapatan, sebaiknya Anda mengurungkan niat untuk mengajukan KPR. Mengapa? Karena secara keuangan, Anda sebenarnya belum mampu membayar cicilan KPR. Hal inilah yang ditakutkan oleh bank karena Anda tidak bisa membayar cicilan KPR setiap bulannya. Kalau Anda paksakan, porsi utang Anda akan lebih dari 1/3 pendapatan dan mengambil porsi pengeluaran yang lain. Hal ini tentunya bisa mengganggu kenyamanan kehidupan Anda.

Bila keadaannya seperti ini, hendaknya Anda mengurangi porsi cicilan utang Anda terlebih dahulu. Setelah porsi cicilan utang yang lain berkurang dan jumlah cicilan KPR tidak lebih dari 1/3 pendapatan Anda, barulah Anda bisa mengajukan permohonan KPR.

Dengan memerhatikan 3 hal di atas, dapat diyakini bahwa Anda tidak akan mengalami kesulitan keuangan dalam pembayaran cicilan KPR kecuali ada sesuatu yang menimpa Anda, seperti terkena PHK.

Beberapa Hal yang Perlu Anda Ingat

1. Jangan mengambil jumlah cicilan KPR setiap bulannya melebihi 33 persen pendapatan Anda.
2. Ambillah cicilan dengan jangka waktu yang lama.

sumber: http://www.kompas.com

Kadipiro Indah 2

Promo Spesial
Kadipiro Indah 2
Hanya 5 menit dari pusat kota
Type 36 Hanya Rp. 130 Jutaan
Type 56 Hanya Rp. 200 Jutaan

Tanpa uang muka
Tanpa Bunga
Diskon Up 20%
Syarat dan ketentuan berlaku

Contact Person
7190023 | 8227543

Mutiara Regency & Pesona Residence

2 Pilihan Kemewahan
Mutiara Regency
Lokasi Jl. Godean
Mulai Type 52/125

Pesona Residence
Lokasi Jl. Nitikan
Mulai type 120/135

Investasi yang menguntungkan
Kantor Pemasaran
PT. Atika Jaya Perkasa
Jl. Nitikan No. 38 Yogyakarta
Telp/Fax. 0274-388212

Green Ambarukmo

Dipasarkan :
Green Ambarukmo Yogyakarta
Modern Design & Elegan
Harga Mulai 290 Jutaan
Lokasi Dekat Ambarukmo Plaza

Pemasaran :
0274-7403726
08180-2724343


Pasang Iklan Lowongan Kerja Premium & Free

Iklan Mobil | Iklan Property | Ayo Nikah | Wirausaha Online

Switch to our mobile site