Home | Loker | Komputer | Griya | Iklan | Publish | Universitas | Techno | Belanja

Kebijakan Rumah Tipe 36 Terus Dikritik

Setelah Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) meminta pemerintah meninjau aturan rumah layak huni, pengamat properti dari Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda, menyampaikan hal serupa. Menurut Ali, pembatasan ukuran rumah layak huni tipe 36 hanya membuat polemik yang tidak perlu dalam program perumahan nasional.

“Perbankan mulai menunggu dan tidak berani mengeluarkan kredit baru untuk rumah ukuran dibawah itu. Ini malah akan merugikan dengan menurunnya produktivitas penyediaan rumah rakyat,” katanya kepada KOMPAS.com, di Jakarta.

Ali mengatakan, Menpera seharusnya segera mengambil langkah nyata seperti revisi atau peraturan pemerintah (PP). Bila tidak ada, maka bisa dipastikan target perumahan rakyat akan tidak tercapai.
Read the rest of this entry »

Tips Cara Beli Rumah Tanpa Uang Kontan

Membeli rumah tidak harus dengan uang sejumlah yang diminta oleh penjual atau pengembang. Jika suatu rumah harganya adalah 250 juta, maka tanpa uang 250 juta plus-plus pun kita bisa memiliki rumah itu. Harga rumah makin hari makin naik terus, sehingga anda pun harus segera membeli rumah sekarang juga jika memenuhi persyaratan. Jika anda pilih menabung, maka belum tentu saat terkumpul uang 250 juta rumah itu masih dijual dan harganya mungkin sudah 1 milyar lebih.

Beli rumah tanpa uang dalam hal ini maksudnya adalah anda tidak perlu membayar penuh harga rumah yang dijual namun bisa jadi anda hanya bayar pajak pembeli bphtb, biaya notaris, biaya taksasi, dan biaya-biaya lainnya. Biasanya di perbankan diwajibkan kita membayar uang muka 10% s/d 40% dari harga jual rumah.

1. Survey bank-bank yang memberikan layanan kredit kepemilikan rumah (KPR) dan pastikan anda memenuhi syarat untuk bisa mendapat kredit dan gambaran berapa maksimal harga rumah yang bisa diambil. Pelajari berkas apa saja yang harus disiapkan, lalu amankan di tempat yang aman. Bank syariah biasa jadi pilihan tepat karena cicilan relatif lebih ringan.

Read the rest of this entry »

Bagaimana Cara Memilih KPR Berbasis Syariah

kpr syariahAssalamualaikum wr wb

Mohon penjelasan konkret dan praktis, bagaimana cara-cara memilih KPR (Kredit Pemilikan Rumah) berbasis syariah? Apa dan bagaimana kriterianya? (khususnya di wilayah kota Bogor).

salam,
FS

Jawaban :

Waalaikumsalaam wr wb. Pak FS yang dimuliakan Allah SWT.

Untuk memilih KPR syariah yang sesuai, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan.
Pertama, hendaknya dicamkan dengan baik bahwa prinsip utama kita dalam memilih KPR syariah adalah harus sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan sampai KPR syariah tersebut menjadi beban utang yang tidak terbayar.

Karena terlilit utang, atau disebut juga sebagai ghalabatid dayn, hanya akan menyebabkan mudahnya seseorang dikendalikan oleh orang lain. Inilah yang dalam hadits disebut dengan istilah qahrir rijal. Akibatnya, izzah atau harga diri orang tersebut akan hilang. Wajarlah jika kemudian Rasulullah SAW selalu memanjatkan doa agar senantiasa dilindungi dari penyakit ghalabatid dayn ini.

Read the rest of this entry »

Peran Bank Masih Dominan

btnSEBANYAK70% konsumen masih mengandalkan pembiayaan perumahan melalui kredit pemilikan rumah (KPR) untuk membeli rumah.Hanya sebagian kecil konsumen yang membeli rumah dengan tunai.

Ini menunjukkan peran perbankan dalam pembiayaan rumah masih tinggi.Berdasarkan survei Bank Indonesia (BI) yang dirilis pada 13 Februari lalu menyebutkan,KPR tetap menjadi fasilitas yang digunakan sebagian besar konsumen mencapai 70,6% dengan tingkat suku bunga 14%. Diikuti pembayaran melalui cash bertahap sebanyak 20,6% dan cash keras sebanyak 8,3%.

Sementara untuk pembiayaan properti residensial pada triwulan IV-2008 sebagian besar masih bersumber dari dana internal perusahaan (52,8%), dana perbankan (29,6%) dan nasabah (13,7%). General Manager Divisi Kredit Konsumen BNI Diah Sulianto mengatakan, nasabah yang meminjam kredit di banknya cenderung tidak memiliki masalah dalam pembayaran KPR. Sebab, BNI Griya memiliki moto pinjam sukasuka dan bayar suka-suka.

Dengan demikian, memberikan keleluasaan bagi nasabahnya untuk menentukan sendiri besarnya cicilan yang siap mereka tanggung. Dia mencontohkan, BNI bisa mengurangi pembayaran cicilan masyarakat dari Rp750.000 per bulan menjadi Rp500.000 per bulan. Pengurangan pembayaran cicilan itu tidak akan dikenakan biaya apa pun. Kalaupun ada yang berubah, hanya jangka waktu pembayaran atau berdasarkan kesepakatan bersama antara BNI dan debitor.

Program tersebut bertujuan menciptakan daya beli dengan cara memberikan kebebasan pada nasabah untuk menentukan sendiri angsurannya. Namun begitu, dia mengakui kalau ada beberapa debitornya yang sengaja memindahtangankan kepemilikan rumah yang sedang dicicilnya ke pihak lain.Biasanya, hal itu hanya terjadi pada masyarakat yang telah memiliki rumah lebih dari satu. ”Tentunya, kami akan mengenakan ketentuan sama bagi yang membeli rumah seperti itu.

Begitu pula pada platform kreditnya,” tuturnya.Persyaratan lain yang harus dipenuhi dalam membeli rumah take over adalah rumah tersebut harus memiliki surat-surat seperti sertifikat, IMB, atau PBB. Setelah memangkas bunga KPR sebesar 50 basis poin pada Januari 2009 ke kisaran 14%-15%,beberapa hari lalu BNI kembali menurunkan bunga KPR menjadi 13,25%.”Prinsipnya,kami akan terus menurunkan suku bunga KPR secara bertahap,” sebut Diah.

BNI menargetkan pertumbuhan KPR tahun ini dapat mencapai 17%, atau naik Rp1,2 triliun menjadi sekitar Rp9 triliun dibandingkan tahun lalu. Total kredit (outstanding) KPR BNI pada 2008 mencapai 55%-60% atau sekitar Rp7 triliun- Rp8 triliun dari total kredit konsumer sebanyak Rp15 triliun-Rp16 triliun. Senior Vice President Consumer Loans Bank Mandiri Sarastri Baskoro mengatakan, Bank Mandiri menyediakan berbagai varian produk untuk memenuhi segala macam kebutuhan nasabah.

Di antaranya KPR Take Over.Mandiri KPR merupakan kredit pemilikan rumah dari Bank Mandiri yang diberikan kepada perorangan untuk keperluan pembelian rumah tinggal/apartemen/ruko/rukan yang dijual melalui developer atau nondeveloper. Dia menjelaskan KPR Take Over adalah pemindahan fasilitas KPR nasabah dari bank lain ke Bank Mandiri.

Dengan fasilitas KPR Take Over ini, Bank Mandiri akan memberikan fasilitas KPR sebesar baki debet KPR nasabah tersebut di bank asalnya atau bisa juga lebih, sesuai dengan perhitungan Bank Mandiri. Seperti telah diketahui, pembiayaan KPR Mandiri bisa untuk pembiayaan rumah dari developer ataupun rumah dari nondeveloper. Begitu pun halnya dengan KPR Take Over, bisa untuk pengambilalihan KPR bank asal yang dahulu digunakan untuk pembelian rumah dari developer ataupun dari nondeveloper.

Mengenai berapa nilai harga rumah yang bisa dioverkreditkan melalui bank Mandiri, dia menjelaskan, sebenarnya tidak ada batasan mengenai nilai rumah.Yang menjadi batasan Bank Mandiri dalam hal pemberian fasilitas KPR Take Over adalah besarnya penghasilan debitur, jangka waktu kredit, tingkat suku yang nantinya akan disesuaikan dengan nilai rumah. Terhitung mulai 20 Februari lalu suku bunga existing untuk nasabah KPR Mandiri disesuaikan menjadi 14,75%.

Adapun produk Bank Mandiri yang diperuntukkan untuk memiliki sebuah rumah sesuai penghasilan tiap bulannya bernama KPR Mandiri Angsuran Berjenjang. Produk ini merupakan fasilitas kredit dari Bank Mandiri kepada perorangan untuk tujuan pembiayaan pembelian rumah/ruko/rukan/ apartemen dengan sistem pembayaran angsuran yang lebih fleksibel yaitu dengan tersedianya fasilitas Rekening Revolving selama jangka waktu tertentu atas sebagian tertentu dari Limit Kredit yang disetujui.

Kepala Divisi Hukum dan Hubungan Perusahaan BTN Rinna Mona Lindyana mengatakan,pada April 2009 BTN memangkas bunga KPR sebesar 50 basis poin sehingga rata-rata suku bunga KPR BTN menjadi 14% per tahun. Pada penurunan pertama Januari 2009, BTN juga memangkas bunga KPR sebesar 50 basis poin. Rinna mengatakan, meskipun BI Rate telah turun secara signifikan, masih sulit bagi perbankan untuk menurunkan bunga kredit.

Hal itu terjadi karena biaya dana yang tercermin dari bunga deposito masih cukup tinggi untuk menurunkan bunga kredit, perbankan harus terlebih dahulu menurunkan bunga deposito. ”Kami mencoba menurunkan biaya dana dengan tidak menerima deposan yang meminta bunga tinggi,di atas 12% per tahun,”sebut Rinna. Penurunan bunga KPR selain mengikuti BI yang berkali-kali menurunkan bunga, juga mencegah kredit macet akibat gagal bayar.

Sementara persyaratan diperketat sebagai antisipasi membengkaknya kredit macet di tengah krisis yang menyebabkan banyak pemutusan hubungan kerja. Dia menduga seiring terjadinya krisis, penjualan rumah cenderung menurun. Masyarakat cenderung mengerem belanja,termasuk belanja properti.Krisis juga cenderung menyebabkan kredit bermasalah sektor properti cenderung meningkat.

Hingga akhir Februari 2009 KPR secara industri masih tumbuh meskipun lebih lambat dibandingkan sebelumnya. ”Di BTN telah tumbuh sekitar 10%,”tuturnya Saat ini BTN tengah mengembangkan skema untuk penyaluran KPR di tengah krisis.

Bank perumahan pelat merah ini mengincar kredit kolektif yang ditawarkan ke perusahaan atau badan usaha. Nantinya penjualan kredit ke korporasi itu mengimbangi penyaluran KPR ritel atau perorangan. (hermansah)

Sumber : Seputar Indonesia

Penjualan Rumah Turun 30 Persen

Penjualan rumah menengah nonsubsidi mengalami penurunan sekitar 30 persen pada Februari dan Maret 2009. Hal itu antara lain dipicu oleh masih tingginya suku bunga kredit perumahan. Demikian dikemukakan Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Teguh Satria, di Jakarta, Minggu (5/4).

Teguh mengatakan, penurunan suku bunga acuan atau BI Rate sebanyak 200 basis poin sejak Desember 2008, yakni menjadi 7,5 persen, hingga kini belum efektif diikuti dengan penurunan suku bunga kredit perumahan rakyat (KPR). Sejak Desember, bank komersial baru menurunkan suku bunga KPR sebanyak 50 basis poin, yakni berkisar 14-18 persen.

Lambatnya penurunan itu memicu konsumen rumah menengah dengan kisaran harga rumah Rp 150 juta-Rp 1 miliar menunda pembelian sampai bunga KPR diturunkan, sehingga terjadi penurunan penjualan rumah sampai 30 persen. Ketergantungan terhadap KPR non subsidi di sektor menengah rata-rata mencapai 70 persen.

“Tertundanya pembelian rumah berdampak cukup berat bagi pengembang, karena harus menanggung biaya tinggi. Padahal, likuiditas sangat terbatas,” katanya. Teguh mengatakan, otoritas moneter dan departemen keuangan seharusnya mengambil kebijakan yang mendorong perbankan untuk menurunkan suku bunga KPR. Hal itu diperlukan agar sektor properti kembali menggeliat, dan membangkitkan sektor riil. Wakil Ketua DPP REI, Djoko Slamet, menambahkan, lambatnya penjualan rumah tidak hanya dipicu oleh suku bunga yang tinggi, melainkan ketatnya penyaluran kredit oleh perbankan.

Sebagian bank kini menurunkan plafon kredit, sehingga biaya uang muka rumah naik dari sekitar 10 persen menjadi 35 persen dari harga rumah. Pengembang, lanjut Djoko, berharap suku bunga kredit perumahan dapat turun hingga 12 persen, menyesuaikan dengan BI rate.

Sumber : Kompas

Bereskan Dulu Keuangan Anda Sebelum Ambil KPR

Banyak hal yang sifatnya non-administrasi yang perlu diperhatikan sebelum mengambil KPR. Dengan demikian Anda akan merasa nyaman ketika membayar cicilan KPR setiap bulannya. Apa yang dibutuhkan orang ketika membeli rumah? Sudah tentu mereka membutuhkan dana yang tidak sedikit. Kebutuhan ini bisa diatasi dengan adanya bantuan dari bank berupa KPR. Untuk mendapatkan kucuran dana KPR, sudah pasti Anda sebagai calon debitur harus menyiapkan segala persyaratan, baik persyaratan administrasi maupun persyaratan non-administrasi.

Seperti yang telah diketahui, setiap calon debitur harus menyerahkan beberapa persyaratan administrasi yang diminta oleh bank. Bila Anda bekerja sebagai karyawan swasta di sebuah perusahaan maka Anda diwajibkan untuk menyerahkan slip gaji atau surat keterangan bahwa Anda telah bekerja di perusahaan tersebut. Selain itu, Anda juga harus menyerahkan fotokopi buku rekening Anda di bank.

Disamping persyaratan administrasi di atas, persyaratan non-administrasi setidaknya harus Anda perhatikan. Hal ini, menurut Mike Rini (konsultan keuangan dari Safir Senduk dan Rekan), setidaknya akan membuat Anda merasa nyaman ketika membayar cicilan KPR setiap bulannya.

Mike menambahkan, ada beberapa persyaratan non-administrasi yang perlu diperhatikan ketika akan mengambil KPR. Sekilas, ketiganya mungkin dapat dianggap sepele. Namun bila tidak diperhatikan, dampaknya akan muncul suatu saat—entah permohonan KPR-nya ditolak atau Anda tidak sanggup membayar cicilan KPR setiap bulan. Ketiga hal yang patut Anda perhatikan adalah sebagai berikut.

1. Lunasi hutang yang lain
Bila Anda memiliki hutang lain, sebaiknya lunasi dulu sebelum mengambil pinjaman dalam bentuk KPR. Sebab KPR juga adalah hutang. Jadi bila Anda mempunyai hutang lain maka pos anggaran untuk hutang Anda akan bertambah banyak.

Hutang yang dimaksud di sini bisa berupa hutang kartu kredit. Anda jangan salah persepsi dulu dengan hutang kartu kredit. Walaupun Anda bisa membayar hutang kartu kredit dengan pembayaran minimum, tetapi sisa hutang itu akan bertambah banyak. Mengapa hal ini terjadi? Sebab sisa hutang yang dibayarkan minimum akan terkena bunga. Bunga itu semakin lama akan semakin banyak. Alhasil hutang Anda akan menumpuk.

Untuk mencegah agar jumlah hutang Anda tidak bertambah, hendaknya Anda terlebih dahulu melunasi atau mengurangi tagihan kartu kredit. Selain itu, usahakan untuk membayar cicilan hutang kartu kredit secara tepat waktu.

Bila Anda bisa membayar hutang tepat waktu, setidaknya aliran keuangan Anda dapat terkontrol. Dari sini Anda juga dapat belajar atau membiasakan diri untuk membayar cicilan hutang tepat waktu. Hal ini juga akan berdampak bila Anda nantinya akan membayar cicilan KPR. Bila saat ini Anda sudah tepat waktu membayar hutang yang lain maka setidaknya Anda juga tepat waktu untuk membayar cicilan KPR.

Menurut Rini—yang pernah bekerja sebagai analis kredit di sebuah bank swasta—pihak bank yang akan memberi KPR akan menganalisa kondisi keuangan Anda yang sebenarnya. Mereka bisa mengecek bank lain untuk mengetahui apakah Anda mempunyai hutang di tempat tersebut. Dengan demikian bila Anda mempunyai hutang dan pembayaran cicilannya terlambat setiap bulannya, maka pihak bank akan mengetahuinya.

Bila hal ini terjadi, pihak bank akan menganalisa bahwa Anda sebetulnya tidak layak menerima kredit atau permohonan KPR Anda ditolak. Pihak bank takut bilamana hal yang sama terulang lagi, yaitu Anda melakukan wanprestasi atas kewajiban pembayaran hutang.

Untuk hutang yang nilainya kecil, Rini menyarankan untuk segera melunasinya. Semisal Anda mempunyai hutang kepada teman Anda. Walaupun nilanya kecil, hendaknya Anda membayar lunas hutang itu sebelum mengambil KPR sehingga Anda tidak perlu lagi memikirkan pelunasan hutang tersebut.

2. Usahakan memasukan sumber pendapatan Anda ke dalam rekening
Syarat utama sebuah aplikasi permohonan KPR dapat lolos verifikasi dari bank adalah Anda sebagai calon debitur harus mempunyai sumber pendapatan yang tetap. Bila Anda saat ini bekerja sebagai pegawai swasta, biasanya gaji bulanan akan ditransfer ke rekening Anda. Rekening inilah—selain dari slip gaji—yang akan dilihat bank untuk membuktikan pendapatan tetap Anda setiap bulan.

Namun untuk Anda yang bekerja sebagai wiraswasta atau bekerja sebagai pegawai swasta dengan gaji bulanan tidak ditransfer ke rekening, hendaknya Anda memulai untuk memasukan sumber pendapat Anda tersebut ke dalam rekening bank terlebih dahulu. Langkah ini dilakukan sebelum Anda menggunakan pendapatan tersebut untuk keperluan sehari-hari.

Terekamnya sumber pendapatan Anda ke dalam rekening bank Anda membuat catatan keuangan Anda rapi sehingga dapat menyakinkan pihak bank sebagai penyalur KPR untuk meloloskan permohonan Anda.

3. Kontrol pos utang Anda yang lain
Segala pos pengeluaran dalam keuangan Anda harus terkontrol. Demikian juga dengan pos pengeluaran untuk utang. Anda perlu mengontrol pos ini supaya dapat mengatur pengeluaran secara proposional.

Sebaiknya porsi cicilan utang Anda adalah 33 persen atau 1/3 dari gaji (beberapa bank menentukan 1/3 dari take home pay) Anda setiap bulannya. Jika saat ini Anda mempunyai cicilan utang lain yang besarnya hampir mendekati 1/3 pendapatan, sebaiknya Anda mengurungkan niat untuk mengajukan KPR. Mengapa? Karena secara keuangan, Anda sebenarnya belum mampu membayar cicilan KPR. Hal inilah yang ditakutkan oleh bank karena Anda tidak bisa membayar cicilan KPR setiap bulannya. Kalau Anda paksakan, porsi utang Anda akan lebih dari 1/3 pendapatan dan mengambil porsi pengeluaran yang lain. Hal ini tentunya bisa mengganggu kenyamanan kehidupan Anda.

Bila keadaannya seperti ini, hendaknya Anda mengurangi porsi cicilan utang Anda terlebih dahulu. Setelah porsi cicilan utang yang lain berkurang dan jumlah cicilan KPR tidak lebih dari 1/3 pendapatan Anda, barulah Anda bisa mengajukan permohonan KPR.

Dengan memerhatikan 3 hal di atas, dapat diyakini bahwa Anda tidak akan mengalami kesulitan keuangan dalam pembayaran cicilan KPR kecuali ada sesuatu yang menimpa Anda, seperti terkena PHK.

Beberapa Hal yang Perlu Anda Ingat

1. Jangan mengambil jumlah cicilan KPR setiap bulannya melebihi 33 persen pendapatan Anda.
2. Ambillah cicilan dengan jangka waktu yang lama.

sumber: http://www.kompas.com

Switch to our mobile site